Ahad 30 Juni 2022, lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) untuk pertama kalinya selama tahun ajaran mengadakan rapat kurikulum yang mana hal ini di nahkodai langsung oleh ketua LPBA Ust. Jamhuri.

Pada rapat tersebut semua Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dirombak demi terciptanya pembelajaran yg nyaman dan kondusif, mulai dari kelas baru (Beginner Class), kelas lanjut (Intermediate Class) Dan kelas Pengambangan (Advance  Class).

Program malam Jumat juga menjadi bahasan agar lebih efektif untuk penerapan bahasa Inggris di event-event tertentu seperti debat dan sing song dalam setiap kelas.

Mentransformasikan pengalaman dan pelajaran di beberapa kursusan yang telah di tempuh oleh sebagian teacher (guru) di kampung Inggris Pare, sehingga banyak hal yang perlu di benahi di ranah KBM sehingga mutu belajar dan mengajar bisa memberikan kenyamanan bagi murid.

Dalam rapat tersebut masuk dalam pembahasan mengenai grammar, speaking, pronunciation, weekly meeting dan shadowing English. Penerapan ini merupakan bentuk penerapan lanjut dari apa yg pernah di pelajari di Pare, sehingga nilai ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) adalah kerja nyata setelah pulang dari kursus di Pare.

Ketua BEC (Bakid English Course) Ust. Ahmad Syarifudin menyambut hangat perubahan kurikulum tersebut karena menurut beliau sudah seharusnya program lembaga pengembangan bahasa Asing yang merupakan ekstrakurikuler pesantren ini bisa bersaing dengan lembaga-lembaga bahasa asing di luar pesantren.

Kendati demikian hal penting yang harus benahi adalah mindset Anggota baru yang rentan berhenti di tengah jalan baik karena lingkungan dan atau keadaan waktu yang tidak memungkinkan untuk belajar bahasa Inggris.

Peliput: Jamhuri

Editor: M Kholili