Oleh: Sirojul Munir
Moderasi merupakan suatu sikap yang bijaksana dalam memahami dan bersikap terhadap suatu konteks, tidak egoisme, akan tetapi tidak sembrono. Contoh didalam Al Quran semisal tentang batasan berhias dan makan :
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (٣١)
Artinya : Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (Q.S, 7, 31).
Didalam kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ayat dalam surah Ali imron ayat 31 tersebut turun berkenaan dengan kelakuan orang laki-laki dan perempuan musyrik yang bertelanjang ketika thawaf di Kakbah.
Jika kita pahami secara teks, dari sebab turunya ayat memberikan pemaknaan, tentang pentingnya memakai pakaian dan berhias sehingga tidak seperti pekerjaan kaum musyrikin.
Akan tetapi lebih meneguhkan dan meluruskan pemahaman makna, Imam Ibnu Katsir memberikan kesimpulan dalam kitab tafsirnya:
وَلِهَذِهِ الْآيَةِ وَمَا وَرَدَ فِي مَعْنَاهَا مِنَ السُّنَّةِ يُسْتَحَبُّ التَّجَمُّلُ عِنْدَ الصَّلَاةِ، وَلَا سِيَّمَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَ الْعِيدِ، وَالطِّيبُ لِأَنَّهُ مِنَ الزِّينَةِ وَالسِّوَاكُ لِأَنَّهُ مِنْ تمام ذلك.
Artinya : Oleh karenanya berdasarkan yang sudah dijelaskan, ayat tersebut mengandung arti kesunnahan bermacak ketika melakukan sholat. Lebih-lebih ketika hari jumat dan hari lebaran. Dan termasuk dalam hal ini adalah memakai minyak wangi, dan bersiwak sebagai penyempurna.
Akan tetapi di tulisan ini, tidak akan membahas tentang kesunahan atau keutamaan secara khusus dalam berhias. Menjadi penjelasan lebih terperinci adalah tentang kontekstual pemakaianya secara global.
Secara lahiriah dalam surah Al Imron Ayat 31 ada tiga bahasan yaitu : Berhias, Makan, Dan Minum. Dalam pembahasan ketiganya selanjutnya dengan dibatasi untuk tidak berlebih-lebihan.
Berbicara tentang tidak berlebih lebihan, ada dua pemahaman yang berterkaitan. Yang jelas dan mungkin dipahami oleh orang kebanyakan adalah : pemahaman pertama yaitu tidak terlalu banyak, dan melebihi batas.
Untuk pemahaman kedua ketika berbicara tentang kemungkinan maksud tidak berlebih-lebihan termasuk diantaranya adalah : Tidak terlalu sedikit dan bahkan tidak sama sekali.
Dalam paham yang kedua ini kita bisa mengambil benang merah dari sebab turunya ayat yang menjelaskan tentang kelakuan orang musyrik yang telanjang ketika thawaf.
Nah, jika kita kerucutkan dalam pemaknaan ayat 31 dalam surah Al Imron tersebut, maka didalamnya merupakan penjelasan yang berisi tentang perintah dalam Berhias, Makan dan Minum dengan tanpa berlebih lebihan dan tidak sembrono.
Moderat dalam kehidupan sehari-hari
Setelah mengulas lebih mendalam ayat 31 dalam surah Al Imran, bisalah kita bersama sama pahami tentang gambaran Al Quran memaknai moderat dalam menjalani kehidupan sehari hari.
Moderasi sebagai suatu sikap terbaik tidak hanya pemahaman sempit dalam sikap beragama, atau hanya berkutat pada sikap terideal dalam menjalankan suatu idiologi atau penyebaran dan pengamalam agama. Tidak hanya itu.
Jika kita pahami dari paparan diatas, maka moderasi juga suatu sikap terideal dalam berkativitas sehari hari. Bagi kehidupan pribadi atau kehidupan interaksi sosial secara umum. Melatih dan membangun sikap yang sedemikian sangat penting bagi semua elemen masyarakat bangsa.
Dari sinilah ketika moderasi senantiasa dilatih dalam aktifitas sehari-hari. Pola pikir tersebut akan terbangung dalam nuansa kehidupan masyarakat yang harmonis, sehingga kemudian akan tercipta cara pandang moderat dalam segala lini kehidupan.
Dari Istirahat, bekerja, makan, minum, berpakaian, dan aktifitas manusiawi yang lain perlu untuk digunakan dengan porsi yang moderat atau tengah tengah. Pengamalan aktifitas kehidupan yang demikian akan tercipta bagi kita pola pikir dan karakter pribadi yang kuat.
Nah, penjelasan tersebut barang kali bisa digunakan untuk mengenalkan konsep moderasi dalam kehidupan sehari-hari kepada masyarakat. Diterapkan dan dilatih dalam aktifitas sehari sehari bagi orang tua kepada anak atau guru kepada murid.
Apa salahnya mencoba menyederhanakan kata moderasi beragama kedalam bahasa moderasi sosial agar pembahasannya lebih luas dan tidak hanya didiskusikan di seminar kalangan akademis saja. Barangkali Gus menag mendengar biar programnya semakin mengena.?