Puisi Roifatul Jannah C 05
Senja kutitip alur cerita
Menatap jingga tanpa berucap
Menahan segala rasa sesak
Tanpa perlu mengungkap
Kini…
Kita kembali duduk bersebelahan
Ditemani ombak, mewakili jawaban
Biarkan…
Kudekap rasa ini sendirian
Mengalir kekuatan dimasa dewasa
Beranggapan luka adalah
Hal yang sudah biasa
Beranjak sebentar,
Memutar rekaman dulu
Yang sempat menjadi bayangan
Dan aku sadar itu hanyalah
Sebatas singgahan…
Lembar Hujan
Sang derai menyapa kembali
Tentangmu yang hendak pergi
Hembusan angin dingin berbisik
Sekali lagi
Sudahkah cukup benar kamu disini?
Ingatkah engkau?
Tujuanmu yang tak hanya meraih mimpi
Ingatkah engkau?
Harapan terbesar memperoleh barokah
Pesantren dan kyai?
Namun lebih ingatlah…
Disini kau tak hanya menyalin sejuta kisah
Bukan orang tuamu yang telah pasrah
Tapi disana, ada beberapa langkah
Menuju tatanan hidupmu agar lillah
Dan berakhir indah…
Dewasa
Sudahkah netramu
Menelisik jauh…?
Mencabar jalan sebuah kehidupan
Yang dipenuhi dengan pilihan untuk
Masa depan…
Tak selamanya…
Kesenangan menjadi tujuan
Harapan juga sempat
Menghancurkan keadaan…
Ikhlaslah…
Apa yang sudah menjadi
Ketentuan & skenario Tuhan
Bangun dari kekecewaan…
Karena selamanya bukan tentang
Kesedihan yang dirasakan…
Memang…
Terkadang dewasa itu menyulitkan
Dan pernah menyakitkan,
Dan inilah sebenarnya kesempatan
Kita untuk sama merasakan…