blog.bakid.id – Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Kepengurusan PP Miftahul Ulum menggelar pengajian guna santri mengetahui dengan detail perihal Mu’jizat Nabi Muhammad tersebut, Rabu (07/02/2024).
Kegiatan bertempat di halaman Masjid Jami’ Miftahul Ulum ini dihadiri para asatidz dan tokoh Masyarakat sekitar dan KH. Badri Saifur Rijal Munawwar dan KH. Abd. Wahid Ghofur sebagai pembawa hikmah dalam pengajian tentang peristiwa Isra’ Mi’raj, serta diikuti lebih dari 3000 santri putra, sedangkan santri putri mengikuti kegiatan ini menggunakan layar lebar melalui siaran langsung di channel PP MIFTAHUL ULUM BAKID.

Sebagai pembuka, Grup Sholawat Al-Mawaddah tampil membawakan beberapa sholawat yang disambut tepuk tangan meriah oleh para santri.

Mushowwirul Ihsan, S.H. selaku pembawa acara membacakan rentetan acara yang dibuka dengan pembacaan al-fatihah. Rayhan, Baisul, Ilham, Zakiki, Ulum dan Ramadani melantunkan ayat yang mengkisahkan tentang Isra’ Mi’raj.
Pengurus Korbid. 1 Ust. Ali Wafa, S.H. dalam sambutannya mengharapkan kepada semua santri supaya betul-betul memperhatikan dan menyimak materi terkait Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad yang akan disampaikan oleh kedua muballigh, sehingga memperoleh hikmah dan Pelajaran dari kejadian agung tersebut.

KH. Abd Wahid Ghofur dalam pidatonya menyampaikan hikmah dari penggunaan tasbih (Lafadz subhana) pada awal ayat 1 Surah Al-Isra’ yang mengkisahkan Isra’ Mi’raj tersebut, bahwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad adalah kejadian yang sangat agung, yaitu perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian menuju Sidratul Muntaha (Langit ketujuh) untuk menerima perintah sholat lima waktu, dengan jarak ribuan kilometer berahasil ditempuh hanya semalam.
Adapun K.H Badri Saifur Rijal Munawwar juga menjelaskan hikmah penggunaan lafadz Abdun (Hamba) pada lafadz bi abdihi pada ayat 1 Surah Al-Isra’ adalah penghambaan manusia menjadi manusia yang berbakti dan bertaqwa kepada Allah, orang yang berkhidmah akan selalu sukses, KH. Badri juga menambahkan, sholat merupakan ibadah amaliyah yang teragung , sehingga Allah memanggil langsung Nabi Muhammad ke Sidratul Muntaha “Sholat adalah perintah Allah yang tidak sama dengan perintah yang lain, seperti halnya kewajiban zakat, puasa dan haji, maka cukup ayat yang turun. Namun, jika perintah sholat bukan hanya ayat yang turun tapi Rasulullah langsung diundang ke Sidratul Muntaha.” Pungkasnya
acara pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Badri Munawwar.
Pewarta: Reza
Editor: Ebied