blog.bakid.id – Pelaksanaan OSBA (Orientasi Santri Baru) memasuki hari kedua, malam Ahad (03/08/24) setelah melaksanakan Pembukaan pada malam Sabtu kemarin. Acara yang tetap dipandu oleh Syahrul Hidayatullah dan Hamzah Maulana Rohman selaku mentor yang memeriahkan OSBA.
Dibuka dengan Jargon penyemangat santri baru, “Kita Ini siapa?” teriak Hamzah memandu jargon “Kita adalah santri” Jawab peserta OSBA serempak. “Kita santri dimana?” teriak hamzah lagi, “Di PPMU Bakid”. “Di PPMU Bakid?” teriak Hamzah sekali lagi “Kita mengaji, mengabdi untuk meraih prestasi.” Balas santri yang diakhiri dengen tepuk tangan meriah.
Tak hanya itu, para peserta OSBA dengan kopak menyanyikan lagu OSBA yang berjudul “Laskar Santri”. Lagu yang diadaptasi dari lagu Laskar Pelangi karya Vokalis Nidji yaitu Giring Ganesha dengan lirik yang dirubah tentang santri. Jika lagu Laskar Pelangi mengkisahkan tentang semangat juang untuk meraih impian di tengah hambatan yang menantang seseorang untuk menyerah, maka lagu Laskar Santri bertutur kisah tentang semangat juang santri dalam menimba ilmu, tanpa kenal lelah demi mengukir masa depan dan membahagiakan keluarga.
Bertempat di tanah lapang sebelah timur Pesantren, diikuti oleh 640 santri baru dari berbagai daerah, mulai dari luar Kota, Provinsi bahkan Negeri seperti Kuala Lumpur Malaysia.
Tujuan diadakannya OSBA ini untuk mengenalkan budaya dan amaliah Pesantren kepada santri baru, untuk hal itu Panitia OSBA menghadirkan Ust. Muhammad Muhyiddin selaku Kepala Madrasah Ibtida’iyah Diniyah (MID) dan Ketua Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Dr. Zainuddin, M.PD,i.
Dengan tema OSBA “Peran Santri Di Era Disrupsi Digital” Dr. Zainuddin, M.PD,i menyampaikan mengenai sejarah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bakid (PPMU Bakid). Kata Dr. Zainuddin, PPMU Bakid ini adalah sebuah lembaga yang dirintis oleh KH. Sirajuddin yang berasal dari Bettet Pamekasan pada tahun 1932 Masehi atas permintaan santrinya KH. Zainal Abidin, “Jadi, dahulu keadaan Pesantren kita ini tidak seindah saat ini. Berarti berdirinya Pesantren tercinta ini sebelum kemerdekaan Indonesia.” Ujarnya.
Beliau juga menjelaskan lembaga dan kegiatan apa saja yang berada di PPMU Bakid ini. “Santri baru yang tidak betah Di pesantren itu sudah biasa di awal-awal mondok. Masih tahap proses adaptasi dan belum merasakan manisnya ilmu, karena ketika nanti kalau sudah merasakan manisnya ilmu, tempat sudah tidak dipedulikan lagi.” Lanjutnya.
“Bahagiakan orang tua kalian dengan ilmu, karena kelak kalian sebagai anak yang sholih yang akan mendoakan orang tua kalian ketika sudah wafat.” Pungkasnya.
Ust. Muhammad Muhyiddin berpesan kepada semua santri ”pesantren pasti ada madrasah diniyah, karena apa karena pesantren itu adalah ruhnya dan pendidikannya itu madrasah diniyah. Jadi kalo sampean mondok di pesantren gak ada madrasah diniyahnya jangan diteruskan”. Beliau mensarankan kepada semua santri agar tidak salah dalam memilih pondok. Karena kesalahan dalam memilih pondok akan berdampak pada masa depan para santri.
Pewarta: Reza Pahlevi
Editor: Rifki