Oleh: Arifin Syamsul

blog.bakid.id – Menuntut ilmu merupakan suatu keharusan bagi setiap insan, tidak terkecuali bagi seorang muslim. Seseorang yang senantiasa belajar dapat meng-upgrade kualitas dirinya sebaik mungkin sesuai bidang kemampuannya masing-masing.

Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung terhadap tingkat kualitas sumber daya manusia dalam mengelola segala potensi yang ada di wilayahnya. Dengan menuntut ilmu, tingkat kebodohan dan kemiskinan di suatu negara dapat diminimalisir.

Dalam memulai belajar atau menuntut ilmu, banyak aspek yang perlu dipersiapkan. Mulai dari kesiapan diri baik jasmani maupun rohani, materi, dan lainnya.

Di sebagian daerah Jawa terutama di daerah Jawa Timur, kerap kita dengar bahwa seorang santri yang hendak memulai belajar mengajar atau berangkat mondok menuntut ilmu ke pesantren biasanyanya di mulai pada hari Rabu.

Apakah pilihan hari Rabu itu hanya adat atau kebetulan?, atau memang ada tuntunan secara syariat Islam?, dan mengapa harus hari Rabu, kok tidak memilih hari-hari yg lain?.

Waktu menjadi pilihan seseorang untuk memulai satu hal, termasuk untuk belajar atau mencari ilmu. Imam Az-Zarnuji dalam kitabnya “Ta’Limul, Mutallim” menceritakan, bahwa gurunya Syekh  Al-Imam Burhanudin Rahimahullah menetapkan Rabu untuk memulai belajar.

Dan ternyata pilihan hari Rabu sebagai hari memulai menuntut ilmu itu tidaklah sembarangan, bukan sekedar adat yg tanpa alasan, akan tetapi bersandar kepada syariat ( hadits) dan maqolah ulama’ yang kemudian menjadi adat dan kebiasaan, walaupun dalam hadits tidak menyebutkan secara khusus hari terbaik memulai belajar. Karena penyebutannya yaitu ” tidak ada setiap sesuatu yg di mulai pada hari Rabu kecuali menjadi sempurna”

Dasar lainnya adalah kebiasaan Imam Abu Hanifah, pendiri mazhab Hanafi, seorang imam mujtahid sekaligus pedagang sukses, yang selalu memulai pelajarannya pada hari rabu. kebiasaannya itu didasari pemikirannya bahwa hari Rabu adalah hari terciptanya cahaya dan merupakan hari sial bagi kaum kafir, sehingga hari ini berkah bagi kaum mukminin.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika beberapa ulama, seperti syaikh az-zarnuji dan imam abu hanifah, memulai segala sesuatu yang baik, termasuk menuntut ilmu pada hari Rabu. Namun perlu diingat kembali bahwa Semua hal kembali kepada kesungguhan dan kemauan masing-masing individu santri dalam menuntut ilmu.