blog.bakid.id – Panitia Musabaqoh Akhirus Sanah (MAS) menggelar lomba tahfidz wad dhuha dan 7 juz untuk bisa mencetak santri penghafal Al-Qur’an.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua MAS M. Yazid Al-Bustomi pada saat ditemui oleh Tim Mubakid yang sedang menyaksikan berlangsungnya lomba tahfidz wad dhuha di Teras Masjid, sedangkan lomba tahfidz tujuh juz dilaksanakan di panggung MAS yakni halaman MA. Miftahul Ulum, malam Sabtu (09/02/2024).
“Semoga tahfidz Al-Qur’an di MAS yang ke 15 ini, sekiranya melahirkan penghafal Al-Quran, yang bukan hanya hafal saja, melainkan bisa menerapkan isi yang terkandung di Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.” Tegas Beliau.

Lomba tahfidz yang sedang berlangsung di Teras Masjid
Lomba MAS Tahfidz Wad Dhuha dan 7 Juz ini dilaksankan setiap tahun sebagai salah satu cabang lomba yang memeriahkan Musabaqoh Akhirus Sanah. Selain itu, lomba ini menjadi standar kemajuan Pendidikan Al-Qur’an Di Bakid, khususnya di bidang hafalan.
Pada lomba tahfidz 7 Juz dihadiri Staf Ahli PQMU Ust. Ahmad Fauzi, Ketua Tafidz PQMU Ust. Fadhiluddin dan Staf Pengajar Tahfidz PQMU Ust. Shohibul Hidayah sebagai dewan juri.

Lomba ini diikuti 14 peserta lomba tahfidz wad dhuha dengan setiap daerah mengutus 2 orang dan 8 peserta lomb athfidz 7 juz dengan 1 orang sebagai perwakilan setiap daerah. Persyaratan umum semua cabang lomba adalah tidak perna juara 1 di cabang lomba yang sama, bagi peserta lomba tahfidz wad dhuha dipersyaratkan kelas shifir sampai kelas 3 MID dan maksimal berusia 12 tahun dengan bukti fotocopy ijazah.
Sementara itu, dari segi penilaian terdapat Shihatut Tahfidz (Kelancaran dan kebenaran hafalan), Fashohatul Qiro’ah dan tajwid (Kebenaran bacaan sesuai dengan tajwid), adab dan lagu.
Diakhir acara, ada pengumuman 4 daerah yang berhasil masuk nominasi juara.
Pewarta: Reza
Editor: Ebied