Oleh: Muhammad abd. Adhim/El-Ihsan

Di dunia ini sudah banyak peristiwa peristiwa yang telah terjadi mulai dari yang lumrah seperti hujan hingga yang langka seperti hujan batu. Dan juga banyak peristiwa yang telah terjadi pada diri kita sendiri, mulai dari yang baik sampai yang buruk. Terkadang kita menganggap sepele hal tersebut. kita kita tidak menghiraukan dari siapakah hal itu datang sehingga kita sering tidak bersyukur jika hal itu berbuah kebaikan dan kita sering tidak menerima ketika hal itu berbuah keburukan atau musibah. Tahukah anda dari siapakah hal tersebut terjadi? kenapa kita tidak menerima ketika hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan? dan bagaimana kita menyikapi hal tersebut ? oleh sebab itu pada tulisan kali ini kami akan membahas tentang menyikapi sebuah tragedi dengan baik.

Semua peristiwa yang terjadi di semesta ini tidak lain yaitu dari Allah SWT. Allah bisa berkehandak apapun bagi Alam dan seisinya termasuk Manusia yang mana Allah telah memberi takdir kepadanya baik yang berupa kebaikan atau keburukan. Semua hal tersebut merupakan sebuah iradah dariNya. Imam Al Fadhani di dalam kita Kifayatul Awamnya menyebutkan bahwa : sebelum menciptakan hamba (manusia), Allah di lauh mahfudz telah menentukan takdir takdir hamba tersebut, mulai dari jodoh, kematian, tinggi atau pendek, kurus atau gemuk, dan lain sebagainya. So, jika kita berseru atau bergugat terhadap suatu hal yang menimpa kita berarti kita tidak mengerti bahwa kita ini siapa? Dan orang tersebut termasuk golongan orang yang tidak mengerti karena dia tidak berfikir apakah patut baginya yang statusnya sebagai makhluk (yang di ciptakan) untuk bergugat kepada allah yang statusnya adalah khaliq (yang menciptakan). Sungguh termasuk orang orang yang merugi !!!. lalu bagaimana cara kita untuk menyikapi hal tersebut ?. Kunci dari pertanyaan tersubut ialah hanya bersabar dan tetap bersyukur terhadap kenyataanya, walaupun itu sangat pedih, karena Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita.

Dari uraian uraian di atas dapat di ambil sebuah pokok, bahwa semua hal yang terjadi di Alam Semesta ini tidak lain yaitu atas kehendak Allah, karena jika Allah tidak berkehendak terhadap suatu hal tersebut niscaya hal tersebut tidak akan terjadi. Cobalah untuk senantiasa bersabar dan selalu bersyukur terhadap apa yang terjadi karena mungkin hal tersebut adalah yang terbaik bagi kita. Intinya kita sudah ikhtiyar dan tawakkal masalah baik dan buruknya kita pasrahkan kapada sang khaliq (Allah). Wallahua’lam.

Refrensi: Kitab kifayatul awam.